Artikel
Penggunaan Media Sosial Sebagai
Sarana Literasi Digital
Pada hari
Sabtu, 4 November 2023, siswa/i SMA Santo Paulus Pontianak atau lebih tepatnya
anak kelas XII IPS D sedang melakukan literasi digital yang berlangsung pada
mata pelajaran Bahasa Indonesia dan ditemani oleh para ibu guru, yaitu ibu Teresia
Fatimah, S. S, ibu Yosina Ratin, S. PD dan ibu Agustina, S. PD. Tujuan dari aktivitas
pembelajaran ini adalah agar siswa/i SMA Santo Paulus dapat mengetahui hal-hal
yang ada di luar lingkungan yang kita tempati dan dapat dengan mudah mengikuti
perkembangan zaman. Tidak hanya dapat mengikuti perkembangan zaman, literasi
digital juga dapat menambahkan wawasan kita tentang dunia luar, baik itu di
luar pulau maupun di luar negara. Literasi digital sendiri merupakan sebuah proses
pembelajaran yang dilakukan dengan membaca dan memiliki tujuan untuk mendapatkan
pengetahuan umum yang tersedia di dalam media digital, seperti alat komunikasi,
jaringan internet dan lain sebagainya. Tentunya hal ini tidak bisa dicapai
jikalau kita hanya melakukan literasi digital dengan sesaat, kita harus mencermati
apa yang kita baca dan kita harus melakukan literasi dengan konsisten atau berulang-ulang.
Kita dapat
melakukan literasi digital dengan membaca berita harian pada berita-berita yang
tersedia di internet ataupun kita bisa memperoleh informasi-informasi di website
yang tersedia seperti Kompas, Tribun dan lain-lain. Selain yang disebutkan,
masih ada hal yang membuat penyebaran informasi menjadi sangat cepat, yaitu
media sosial. Media sosial meliputi Facebook, Twitter, Instagram,
Tiktok, Whatsapp, ataupun Line. Media sosial tersebut memiliki
peran yang sangat besar dan penting bagi masyarakat, mengapa demikian? Karena
peran dari media sosial adalah sebagai bentuk sarana komunikasi, informasi, dan
bersosialisasi yang artinya setiap orang dapat melakukan interaksi satu sama
lain bahkan jika memiliki jarak yang sangat jauh, memperoleh informasi terbaru
yang di posting oleh pengguna-pengguna media sosial. Selain itu, media
sosial juga sering digunakan untuk mengisi waktu luang karena bersifat
menghibur. Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa media sosial
merupakan salah satu metode dari literasi digital dan bisa dilakukan oleh siapa
pun sehingga penggunaan media sosial sudah menjadi seperti sebuah hal yang
wajib dilakukan oleh para remaja, anak-anak, bahkan orang tua.
Walaupun
media sosial memiliki banyak dampak positif, namun nyatanya media sosial
menjadi suatu permasalahan di zaman sekarang. Seperti yang kita ketahui bahwa
media sosial dapat mengedukasi para penggunanya, namun tidak kita sadari bahwa media
sosial juga terdapat dampak-dampak yang merugikan. Contohnya banyak sekali
anak-anak yang masih di bawah umur yang telah mendapatkan edukasi tentang
hal-hal yang seharusnya belum boleh diketahui. Tidak hanya anak-anak, bahkan
orang yang sudah di atas umur juga ikut serta merasakan dampak negatifnya
seperti Cyber-crime, Cyber-bullying, dan berita hoax. penyebaran
berita hoax juga termasuk ke dalam dampak negatif yang ditimbulkan oleh media
sosial. Penyebaran berita hoax sangat berpengaruh kehidupan bermasyarakat,
tidak hanya berpengaruh pada masyarakat, namun juga berpengaruh pada sistem
pemerintahan atau politik. Agar kita terhindar dari dampak-dampak tersebut, kita
harus mengetahui cara menggunakan dan memanfaatkan media sosial dengan benar agar
dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari penggunaan media sosial. Salah
satu caranya adalah dengan melakukan literasi digital pada sumber terpercaya, membatasi
diri dengan menentukan batas waktu penggunaan media sosial, dan mengesampingkan
kepentingan nafsu atas kesenangan.

Komentar
Posting Komentar