Demam Berdarah Dengue

Akhir-akhir ini terdapat banyak kasus mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalimantan Barat. Demam Berdarah Dengue sendiri merupakan sebuah penyakit menular yang di sebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Alasan mengapa kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD ini dapat melonjak tinggi adalah karena pada saat ini, di Kalimantan Barat sedang mengalami musim hujan yang di mana hal ini akan menyebabkan banyaknya genangan air sehingga mendukung sebuah nyamuk untuk berkembang biak dengan sangat baik. Pada umumnya, gejala awal yang ditimbulkan oleh pengidap Demam Berdarah Dengue ini, yaitu demam tinggi, berkurangnya nafsu makan, mengalami pendarahan pada hidung/mulut, jumlah trombosit menurun, mengalami nyeri, dan mual.

Sebagian besar orang yang mengidap Demam Berdarah Dengue merasa sangat menderita karena tidak bisa asal melakukan aktivitas, merasakan sakit setiap saat, merasa pegal setiap harinya dan tidak banyak makanan yang bisa disantap. Salah satu kabupaten yang penduduknya paling banyak mengalami kasus Demam Berdarah Dengue adalah Kabupaten Kubu Raya yang di mana terdapat 1.000-1.500 penduduknya terjangkit Demam Berdarah Dengue. Sedangkan, kabupaten yang paling banyak mengalami kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue adalah Kabupaten Mempawah dengan lebih dari 10 penduduk Kabupaten Mempawah yang mengalami kematian akibat Demam Berdarah Dengue. Demam Berdarah Dengue ini dapat dikatakan bahwa sulit untuk mengatasi penyakit ini karena harus terus-menerus menjaga kestabilan darah di tiap waktu bahkan dengan sedikit kesalahan dalam menangani penyakit ini saja sudah bisa menyebabkan kematian.

Tanpa disadari, sebagian besar masyarakat memelihara jentik di sekitar rumah, sebagian besar disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat mengenai bahayanya penyakit Demam Berdarah Dengue. Pada umumnya, para masyarakat merasa tidak peduli ketika mendapati atau melihat genangan air padahal, genangan air adalah faktor utama penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue. Untuk menghindari melonjaknya kasus Demam Berdarah Dengue, para masyarakat luas harus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ini. Hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah menguras tempat yang menjadi genangan air, menutup rapat parit-parit yang ada, membuang sampah pada tempatnya, melakukan penghijauan dan mendaur ulang sampah-sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Selain itu, masyarakat juga dapat mencegah penyebaran penyakit ini dengan melakukan gotong royong, tentunya para masyarakat tidak asing dengan istilah satu ini, gotong royong sendiri sudah seperti menjadi menjadi tradisi warga Negara Indonesia. Tidak hanya masyarakat yang harus meningkatkan kewaspadaan, namun pemerintahan juga harus ikut serta dalam mengelola lingkungan dan infrastruktur. Pemerintah seharusnya melakukan fogging secara merata, jika ada warga yang menolak untuk melakukan fogging, takutnya nyamuk-nyamuk memiliki inisiatif untuk bersembunyi di rumah yang tidak di fogging. Selain itu, Pemerintah harus meningkatkan fasilitas rumah sakit agar dapat memudahkan para dokter untuk menyembuhkan pasien yang mengidap Demam Berdarah Dengue atau bahkan penyakit-penyakit lain. Para perawat dan dokter harus bisa menyediakan perawatan yang intensif dan efektif serta cepat tanggap dalam proses pengobatan pasien. Akhir-akhir ini, sudah terdapat banyak lembaga kesehatan milik swasta yang telah menyediakan vaksin DBD. Vaksin DBD ini terbukti ampuh dalam mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue.

Dihimbau kepada masyarakat untuk menyadari bahaya dari Demam Berdarah Dengue, tidak ada yang bisa menduga kapan kita akan jatuh sakit. Namun, pastinya kita tidak akan mengetahui apa yang akan terjadi untuk ke depannya. Maka dari itu, kita harus menerapkan pola hidup sehat. Dengan menerapkan pola hidup sehat, tanpa sadar kita telah mengurangi lingkungan yang tidak sehat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peringatan Hari Pahlawan

Cerita sejarah