Biodata
Halo semuanya, perkenalkan namaku Steven. Aku memiliki hobi bermain
game dan aku bertempat tinggal di Jalan Profesor Dokter Hamka, Gg. Nilam 1. Aku
beragama Kong Hu Cu namun di kartu keluarga tertulis jika aku beragama Buddha. Hal
itu terjadi karena pada saat aku lahir, agama Kong Hu Cu masih belum di resmikan
oleh pemerintah. Aku sendiri lahir pada tanggal 28 Juli 2006 di Kota Singkawang.
Walaupun aku lahir di Singkawang, dari bayi hingga berumur 5 tahun, aku tinggal
di Kabupaten Bengkayang, tepatnya di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan. Pada saat
aku berumur 5 tahun, keluargaku memutuskan untuk pindah ke Pontianak agar dapat
mendapatkan kualitas pendidikan yang bagus. Komposisi keluargaku sendiri terdiri
dari seorang ibu, seorang ayah, dan seorang adik perempuan yang satu tahun lebih
muda dariku.
Pada saat sekarang, tepatnya pada bulan Oktober tahun 2023, aku
memiliki status sebagai pelajar tingkat SMA dan aku bersekolah di SMA Santo Paulus
Pontianak. Dapat dikatakan bahwa sekolah yang aku tempati sekarang adalah sekolah
yang sangat bagus, selain memiliki fasilitas yang memadai, guru-guru yang mengajar
pada SMA Santo Paulus ini juga memiliki temperamen, sifat, dan sikap yang baik dan
tegas. Aku sendiri terbilang tidak terlalu pintar, aku adalah siswa yang malas dalam
mengerjakan tugas dan belajar. Aku adalah tipe orang yang perfeksionis, pemalas,
pemalu, dan pendiam. Namun, pada saat bersama dengan teman, aku tidak lagi menjadi
orang yang pendiam dan pemalu justru aku menjadi sangat aktif dan sedikit humoris.
Berbeda jika bersama orang lain yang kurang kukenal, aku akan cenderung merasa canggung,
malu, dan menjadi pendiam.
Dulunya, aku memimpikan untuk menjadi Profesional Gamer di game
yang bernama Player Unknown Battle Ground atau lebih dikenal dengan sebutan PUBG.
Terlebih lagi terjadi pandemi Covid-19 yang artinya aku memiliki banyak waktu untuk
bermain game. Salah satu prestasi aku di bidang ini adalah menjuarai kejuaraan Tournament
PUBG Mobile dan mendapatkan sebuah piala, tidak hanya satu kejuaraan, namun aku
memiliki banyak catatan historis kejuaraanku pada Tournament PUBG Mobile bahkan
aku dan bersama temanku berhasil menempati posisi ke-2 dalam lomba Classmeeting
PUBG Mobile di sekolah, sangat disayangkan bahwa Classmeeting PUBG Mobile sudah
tidak diadakan oleh pihak sekolah. Seiring berjalannya waktu, aku sadar bahwa mimpiku
yang ingin menjadi Profesional Gamer tersebut belum tentu dapat menjamin kehidupanku
dimasa depan. Oleh karena itu, aku mengurungkan mimpiku tersebut dan menciptakan
mimpiku yang lain yaitu sebagai pengusaha yang bergerak di bidang Investasi dan
Trading. Aku berusaha merealisasikan mimpiku dengan membaca buku bertema tentang
Personal Finance. Selain membaca buku, aku juga memiliki seorang panutan yang sangat
ahli di bidang “Personal Finance” orang tersebut adalah Timothy Ronald. Hanya dengan
mengikuti video yang dia posting di Tiktok, aku mempelajari banyak hal tentang manajemen
keuangan. Selain memberikan ilmu untuk mengontrol keuangan, Timothy Ronald juga
sering memberikan kata-kata bijaknya yang menurutku wajib untuk dipahami antara
“Semakin besar risiko, maka semakin besar juga imbalannya” dan “Harga penyesalan
lebih mahal dari harga proses menuju kesuksesan”
Ada satu kata motivasi yang telah mengubah pola pikirku, kata
motivasi tersebut diucapkan oleh seorang youtuber yang bernama Windah Basudara yang
di mana dikatakan bahwa “Jangan takut gagal meraih mimpi, sebab mimpi yang lain
masih bisa diciptakan” kata motivasi inilah membuatku tidak berhenti berkarya, aku
melakukan segala sesuatu yang ingin kulakukan untuk menambahkan wawasanku.
Komentar
Posting Komentar